MakroKontan
Wall Street Dibuka Menguat, S&P 500 Naik 0,89% Usai Data Tenaga Kerja AS
Wall Street dibuka menguat setelah data tenaga kerja AS melemah, mendorong ekspektasi suku bunga The Fed tetap dan yield Treasury turun.

Redaksi Kabar Emiten
Bursa saham Amerika Serikat dibuka di zona positif pada Jumat (2/10/2026). Penguatan tersebut terjadi setelah laporan ketenagakerjaan yang datang lebih lemah dibandingkan perkiraan pasar. Kondisi itu memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada bulan ini.
Laporan tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi membuat investor mengalihkan perhatian pada kemungkinan The Fed mempertahankan tingkat suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini. Ekspektasi tersebut turut menekan imbal hasil US Treasury. Yield yang lebih rendah dinilai menguntungkan aset berisiko seperti saham karena biaya pendanaan dan tingkat diskonto diperkirakan menjadi lebih rendah.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average menguat 340,08 poin atau 0,67% ke 51.266,64. S&P 500 bertambah 68,27 poin atau 0,89% menjadi 7.734,72. Adapun Nasdaq Composite naik 341,47 poin atau 1,27% ke 27.216,91.
Selain data tenaga kerja dan penurunan yield Treasury, harga minyak yang lebih rendah juga memberikan dukungan bagi pasar saham AS. Penurunan harga minyak dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap biaya energi dan inflasi. Kombinasi faktor tersebut memperbaiki sentimen investor.
Dengan perkembangan itu, pelaku pasar di Wall Street merespons rangkaian data tenaga kerja yang lebih lemah, penurunan yield obligasi pemerintah AS, serta harga minyak yang lebih rendah dengan mendorong indeks-indeks utama ke wilayah positif pada awal perdagangan.
Sumber
Emiten terkait
Tidak nempel ke ticker tertentu.